Loncatan Besar Inter di Sepertiga Awal Serie A 2017/2018

Start impresif Inter di sepuluh laga awal Serie A musim 2017/2018 menuai banyak pujian sekaligus mengejutkan semua pihak pecinta sepakbola di seluruh dunia. Bagaimana tidak, dengan susunan pemain yang tidak jauh berbeda dengan musim sebelumnya, Inter berhasil merubah segalanya hanya dalam waktu yang sangat singkat. Dari sebelas laga yang sudah dilalui I Nerazzurri, belum sekalipun tim yang bermarkas di Giuseppe Meazza ini menelan kekalahan, 9 kemenangan dan 2 kali seri menjadi start terbaik Inter selama satu dekade terakhir.


Apa yang berubah dari tim ini?

Inter adalah tim besar dengan sejarah panjang dan selalu memiliki ambisi untuk menjadi yang terbaik di segala kompetisi yang mereka ikuti. Terlepas dari 6 musim terakhir yang selalu menuai hasil buruk serta sudah lama sekali absen di kompetisi paling bergengsi yakni UEFA Champions League, Inter tetap selalu menargetkan hal-hal besar. Meski pada akhirnya selalu dinaungi ketidakberuntungan. Musim ini start Inter terbilang sangat meyakinkan dan mampu meroket ke posisi 2 di klasemen sementara Serie A. Penunjukkan Luciano Spalletti sebagai allenatore anyar Inter berbuah manis, sejak fase persiapan yakni Pre Season, hingga ke fase liga, tim besutan Spalletti selalu meraih hasil yang sangat baik. Memenangkan duel melawan rival langsung mereka di liga seperti Milan, Roma dan Fiorentina, serta mampu menahan Napoli yang merupakan salah satu tim dengan permainan terbaik di Eropa membuat skuad asuhan Spalletti sangat layak diperhitungkan dan menjadi salah satu ancaman serius untuk perlombaan scudetto musim ini.

Selain hadirnya Spalletti, apa saja yang berubah pada tubuh Inter?

Mentalitas, jelas ini merupakan perbedaan terbesar Inter musim ini dengan musim-musim sebelumnya. Spalletti mampu membangkitkan mentalitas tiap pemain yang ada di Inter serta membantu mereka untuk terus berkembang menjadi kesatuan tim yang solid dan sangat sulit untuk dikalahkan. Spalletti dikenal sebagai pelatih yang mampu membangkitkan peforma tiap tim yang dilatihnya, dan nampaknya hal ini juga terlihat dengan perubahan yang terjadi di Inter saat ini. Tak seperti musim lalu, musim ini Inter sangat sulit terlihat frustasi sebelum pertandingan benar-benar habis 90 menit. Tak ayal, banyak gol-gol Inter terjadi di menit-menit akhir yang menjadikan mereka selalu mampu membawa hasil positif di tiap laga. Tim ini terlihat sangat haus akan kemenangan, bagaimanapun caranya mereka terus untuk menyegel kemenangan di tiap match hingga peluit panjang dibunyikan. Mentalitas seperti ini hanya dimiliki tim-tim besar yang selalu meraih gelar tiap musimnya, dan Spalletti membangkitkan semangat Inter yang semua orang kenal di masa jayanya.

Secara skuad, apakah Inter sudah siap bersaing untuk papan atas?

Juventus dan Napoli memiliki skuad yang lebih merata dan seimbang untuk mengarungi musim ini dengan deretan nama-nama kelas 1. Namun, Inter juga memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk memenangkan sebuah gelar. Dalam pandangan saya, Inter memiliki skuad yang dipenuhi oleh talenta terbaik yang diandalkan di tiap negara. Dari 22 pemain yang membela Inter, mereka sebagian besar merupakan pemain kunci di timnasnya masing-masing. Jadi ketika orang-orang meragukan kualitas tim ini, nampaknya itu menjadi sebuah kekeliruan. Inter sejatinya hanya membutuhkan kestabilan untuk bisa terus kembali ke tempat yang seharusnya yakni papan atas, mereka telah memperkuat diri dari semua sektor, baik pemain, manajemen hingga ke pemilik klub. Satu hal yang masih belum berjalan di klub ini hanya "kontinuitas". Hal inilah yang dibenahi Inter di musim ini, dan hasilnya mulai terlihat. 

Sejatinya talenta akan menjadi bintang besar ketika semua kondisi internal dan eksternal berjalan kondusif. Talenta menarik dari pemain-pemain Inter butuh dukungan manajemen serta lingkungan kerja yang sehat dan kompetitif. Jika semua unsur ini sudah melekat dan stabil dalam tim ini, maka akan sangat memungkinkan melihat mereka mampu menjuarai liga musim ini. Napoli secara kolektivitas sangat bagus, namun mereka perlu memperbaiki mental juara yang hingga sekarang belum hinggap di tim asal naples tersebut. Juventus merupakan tim terkuat yang secara mentalitas dan materi pemain merupakan yang paling dominan di Italia, namun sekali lagi, sebagian besar pemain kunci mereka sudah termakan usia. Mereka juga mulai melakukan transisi ke nama-nama baru yang lebih muda sehingga hal tersebut nampaknya akan membuat Juventus tak sekonsisten biasanya.

Apa kelemahan Inter musim ini? Apakah hal yang sama seperti dua musim sebelumnya bisa terulang?

Di era Mancini, tepatnya di era 2015/2016, Inter mampu mengarungi setengah musim dengan torehan fantastis. Berada di posisi dua dengan meraih rentetan kemenangan beruntung. Sayangnya, hal tersebut tak berlaku di setengah musim terakhir, penampilan La Beneamatta sangat drop entah masalah apa yang terjadi pada masa itu. Jika konsisten, Inter di musim tersebut seharusnya bisa finish di posisi yang lebih baik, atau mungkin saja akan mampu meraih scudetto.

Di musim ini, dibawah komando Spalletti, Inter terus bergerak maju dengan beberapa perubahan signifikan. Hal utama yang membedakan musim ini dengan dua musim lalu yakni konsistensi the winning team. Di era Mancini, hal seperti ini tak pernah terjadi, tim mampu memenangi pertandingan dengan line up yang selalu berubah. Namun tim selalu memenangi pertandingan dengan skor yang sangat tipis yakni 1-0 sebanyak 10 kali. Hal ini mat mengkhawatirkan karena terkesan sangat mengandalkan lini pertahanan, disatu sisi ada area yang tak tercover dengan baik yakni di lini serang.

Di era Spalletti semua lini terlihat stabil dan mampu memberikan kontribusi maksimal. Kolektivitas antar individu sangat terlihat, meskipun masih banyak sekali kekurangannya, terutama mengenai stamina dan inkonsisten dari para pemain secara individu. Jika melihat kolektivitas, musim ini mungkin Inter merupakan salah satu yang terbaik, namun tidak untuk individualitas yang sering tak maksimal dalam beberapa laga.

Jadi, untuk musim ini selama sebelas pertandingan terakhir, hal yang menjadi titik kelemahan Inter yakni inkonsistensi dari para pemain Individu. Seperti misalnya Handanovic, Icardi, Gagliardini & Perisic yang tampil tak selalu bagus di tiap laga. Namun ada beberapa pemain yang sudah menunjukkan konsistensi permainannya seperti Vecino, Skriniar, Miranda dan D'Ambrosio. Untuk Nagatomo, pemain ini mengalami peningkatan yang sangat pesat di musim ini, namun menarik apakah sang pemain asal jepang tersebut akan mampu menjaga ritme permainannya. Beda kasus lagi jika kita melihat Candreva yang selama 6 laga awal selalu tampil buruk namun di beberapa laga terakhir seperti bangkit dari kubur dan menjadi pemain paling berbahaya di sektor kanan dengan telah menciptakan peluang terbanyak untuk Inter serta nomor dua di Serie A dibawah Insigne. Untuk Borja Valero, pemain gaek ini sangat vital perannya dalam mengalirkan bola, mengatur ritme permainan, namun sayangnya Borja tak mampu tampil 90 menit karena fisiknya yang sudah mulai cepat lelah.

Menarik melihat sebelas pemain inti tersebut melanjutkan 27 laga sisa di Serie A musim ini. Jika Spalletti mampu meningkatkan kestabilan dari para pemain individu ini untuk lebih tampil konsisten dan sedikit melakukan kesalahan, tentu Inter akan semakin baik kedepannya.

Senjata yang tersimpan, siapakah mereka?

Inter memiliki sederet nama yang memiliki potensi untuk jadi salah satu pemain penting untuk Inter di Serie A musim ini. Pemain-pemain tersebut umumnya saat ini masih lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan, namun secara kualitas, tentu akan sangat menarik untuk dilihat perkembangannya.
Beberapa nama tersebut seperti:
1. Dalbert : Merupakan talenta paling menarik yang didatangkan Inter dari Nice, didatangkan dengan biaya 20 jt euro, namun masih belum mampu menggeser posisi Yuto Nagatomo. Hal yang dinantikan fans dari Dalbert adalah kemampuan menyerang, crossing, dan dribbling yang brilliant.
2. Joao Mario : Pemain termahal yang didatangkan Inter di 5 musim terakhir, ini musim keduanya namun masih belum menunjukkan kontribusi maksimal. Menarik apakah Joao Mario akan mampu menjawab kritik yang datang, secara kualitas, pemain ini tak terbantahkan sebagai salah satu pemain muda terbaik.
3. Joao Cancelo : Pemain Portugal kedua yang didatangkan Inter. Sang pemain kurang beruntung karena langsung mengalami cedera yang memaksanya harus istirahat lama. Namun sekarang sudah pulih dan tengah menyesuaikan diri dengan tim, sang pemain dikenal memiliki eksplosivitas yang tinggi sehingga mampu ditempatkan di dua posisi yakni RB dan RW.
4. Yann Karamoh : Pemain yang mengejutkan banyak orang karena usianya yang sangat muda namun Inter sangat percaya diri membawanya untuk backup sayap utama seperti Perisic dan Candreva. Sang pemain baru sekali mencicipi pertandingan, dan mampu memberikan dampak instant.
5. Eder : Pemain kesayangan Ventura di timnas Italia serta selalu masuk di babak kedua untuk menambah daya gedor tim. Mungkin striker eksplosif di Inter saat ini hanya ada pada diri Eder. Jadi, Eder memang menjadi salah satu pemain istimewa yang akan diturunkan ketika Inter mengalami kesulitan di tengah laga. Dan hingga saat ini semuanya terbukti ampuh.
6. Andrea Pinamonti : Pemain muda yang paling menarik untuk dinantikan aksinya, Pina merupakan produk asli Inter dan telah menjadi perbincangan diantara semua orang. Sangat subur ketika bermain di kevel Primavera, jadi akan sangat menarik menunggu perkembangan sang pemain dan kesempatan yang diberikan oleh Spalletti untuk dirinya.

Akankah Inter akan terus melanjutkan start positif mereka? Mampukah Inter finish di papan atas? Atau bahkan mampu memenangi scudetto musim ini? Menarik! mari kita menjadi saksi bersama bagaimana perjalanan mereka musim ini. 

Forza Inter!
Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »

Terima Kasih