Tax Amnesty dan Membanjirnya Dana Repatriasi

Pemberlakuan UU Tax Amnesty membawa angin segar bagi Indonesia. Setidaknya itu terlihat dari antusias para pengusaha yang ingin mengikuti program Tax Amnesty ini. Satu hal yang perlu kita ketahui yakni pemberlakuan kebijakan ini dilakukan disaat Indonesia kesulitan menarik pemasukan dari masyarakat karena melemahnya perekonomian dunia.

Tax Amnesty
Tax Amnesty

Sebagai negara yang ikut dalam andil globalisasi, kejatuhan ekonomi dunia sangat berdampak untuk negara berkembang seperti Indonesia ini. Kecenderungan pelemahan ekonomi terjadi dimana-mana bahkan negara maju seperti Amerika dan beberapa negara di Uni Eropa pun mengalami hal yang sama. Nilai tukar rupiah ambruk dan ekspor lesu karena daya beli masyarakat dunia sedang tak bagus. Begitu juga dengan gairah di pasar modal nasional dan dunia yang cenderung menurun. Semua itu terjadi secara serentak dan membuat banyak pemimpin negara bingung hinggu melakukan sejumlah strategi untuk keluar dari permasalahan global ini.

Indonesia sendiri melakukan sejumlah terobosan dibidang ekonomi seperti penerbitan 12 paket kebijakan yang menyasar ke sektor yang dianggap paling berdampak signifikan. Selain itu, deregulasi kebijakan dan mempermudah aturan izin usaha juga digalakan demi membangkitkan kembali gairah ekonomi nasional. Upaya-upaya tersebut terbukti cukup baik untuk menahan Indonesia semakin terpuruk akibat pelemahan ekonomi dunia. Namun, sudah cukupkah upaya itu?

Ternyata tidak, sejumlah instrumen coba digerakan oleh pemerintah terutama untuk meningkatkan kembali gairah di sektor padat karya. Banyak insentif yang diterbitkan pemerintah untuk membuat industri itu tumbuh, karena hakikatnya kekuatan perekonomian negara takkan goyah ketika sektor padat karya tumbuh dnegan baik. 

Dan yang terbaru adalah penerbitan program tax amnesty. Program ini sudah dilaksanakan diberbagai negara untuk menciptakan kembali kesadaran tinggi akan pajak serta penertiban atas berbagai permasalahan pajak yang selama ini selalu menghinggapi para pengusaha. Portofolio berbagai negara yang pernah menerbitkan aturan ini sebenarnya sangat bagus, hampir semuanya berhasil kecuali beberapa negara saja yang kurang maksimal dalam menetapkan potensi ini.

Mengapa Indonesia perlu menerapkan program tax amnesty?

Indonesia adalah negara dengan demografi ekonomi yang tidak merata. Pemerataan kesejahteraan di Indonesia seakan terbengkalai karena sulitnya kaum bawah menembus ke level yang lebih tinggi karena berbagai macam hal yang sangat kompleks. Dengan adanya program tax amnesty, banyak harta orang kaya Indonesia yang berada diluar negeri bisa ditarik kedalam negeri karena sejumlah alasan, seperti pembersihan nama, jaminan keamanan, investasi yang lebih baik dan pembebasan atas sanksi-sanksi yang selama ini menghinggapi para pengusaha yang memarkir hartanya diluar negeri.

Apa untungnya pengusaha mengikuti program tax amnesty?

Idealnya tax amnesty bukan hanya untuk repatriasi dana saja, namun semua hal yang berhubungan dengan pajak bisa diampuni melalui program ini. Tarif tebusan relatif ringan dan tentunya kita akan terbebas dari masalah hukum yang sebelumnya selalu mengintai para pengemplang pajak sebelum adanya program atax amnesty ini.

Apakah ada sanksi jika tidak mengikuti program tax amnesty ini?

Tentu saja tidak, program ini adalah wujud sikap baik dan terbuka dari negara untuk semua wajib pajak WNI diseluruh dunia. Penerapan program ini dijalankan secara sukarela dengan kesadaran pribadi masing-masing wajib pajak, namun program tax amnesty ini hanya berlaku di tahun ini saja sehingga inilah kesempatan terbaik untuk mendapatkan pengampunan pajak ketimbang kita harus berurusan dengan pidana atau hukum konvensional. 

Berapa besaran tarif tax amnesty?

Untuk tarif semua dihitung berdasarkan jenis pelanggaran yang dilakukan, dikalkulasi dan kemudian diumumkan ke wajib pajak atas besaran tarifnya. Umumnya DJP akan memberikan mekanismenya secara lengkap dan terperinci ketika mereka mensosialisasikan program ini ke masyarakat.

Lantas apa itu dana repatriasi?

Dana repatriasi adalah dana WNI yang berada didalam negeri untuk kemudian ditempatkan didalam negeri sesuai dengan berbagai instrumen investasi yang ditetapkan seperti untuk kemudian ditempatkan ke sektor infrastruktur, deposito, obligasi dan lain sebagainya. Besar kecilnya dana repatriasi ini tergantung dari besaran kekayaan wajib pajak WNI yang melaporkan ke DJP.

Apa manfaat dana repatriasi bagi Indonesia?

Tentu sangat banyak sekali, dengan kondisi perekonomian dunia yang tak kunjung membaik, ditambah permodalan yang semakin sulit. Dana repatriasi seakan membawa angin segar karena bisa ditempatkan dalam berbagai instrumen investasi. Seperti halnya BUMN Infrastruktur yang membutuhkan begitu banyak dana untuk membiayai proyek-proyeknya, maka dana repatriasi bisa disalurkan dan perhitungan nilai profitnya sama seperti kita menginvestasikan uang kita didalam negeri. 

Apa repatriasi itu wajib? Ataukah hanya secara sukarela?

Selain merepatriasi, kita juga mengenal deklarasi aset. Itu artinya kita tetap bisa hanya melaporkan kekayaan kita saja diluar negeri kemudian membayar tarif tebusan tax amnesty yang kisaran besarannya ditentukan oleh UU Tax Amnesty.

Apa perbedaan deklarasi aset dan repatriasi aset?

Salah satu keuntungan terbesar mengikuti program repatriasi aset adalah tarif tebusannya yang jauh lebih kecil ketimbang hanya mendeklarasikan aset saja. tarif tebusan untuk repatriasi hanya berkisar anatara 2-5 persen. Sedangkan tarif tebusan untuk yang hanya mendeklarasikan asetnya saja sekitar 10 persen. Secara psikologis, kita juga akan ikut membantu perekonomian dalam negeri karena telah memutar uangnya di Indonesia. Efek multiplier dari tax amnesty akan dirasakan oleh masyarakat masif, dan juga akan berdampak pada naiknya pertumbuhan ekonomi nasional, kesejahteraan masyarakat meningkat, berjayanya rupiah, peringkat investasi yang jadi lebih baik. 

Beberapa jumlah dana repatriasi yang sudah masuk?

Untuk aktualnya terus berubah setiap harinya, tapi jumlah yang diprediksi masuk akan sangat besar. Banyak yang menyebutkan ribuan triliun, hal yang sama juga dikatakan oleh Presiden Jokowi.

Untuk sektor apa saja dana repatriasi ditempatkan?

Banyak hal, umumnya akan dikelola perbankan seperti ditempatkan di Obligasi, Sukuk dan Deposito. Adapun Kementerian BUMN juga menyatakan akan menyerap dana repatriasi dalam jumlah besar seperti di sektor riil, manufaktur, infrastruktur dan migas. Untuk pasar modal sendiri bisa juga diinvestasikan untuk berbagai keperluan saham.

Sektor apa yang paling berimbas dari adanya dana repatriasi?

Semua sektor mendapatkan imbasnya, tapi khusus untuk dunia pasar modal, diperkirakan akan terus meningkat karena kepercayaan mulai membaik sehingga diprediksi level IHSG akan tembus ke level 6.000. Untuk saat ini IHSG berhasil mencatatkan sejarah baru dengan memperoleh pencatatan hingga level 5200-an dan kapitalisasi yang makin meningkat. Adapun yang akan sangat diuntungkan dari membanjirnya dana repatriasi ini adalah bertambahnya devisa negara serta penguatan rupiah.

Apakah ada denda untuk yang tak mengikuti program tax amnesty?

Untuk sekarang tidak ada, tapi pemerintah sedang menyiapkan aturan atas keterbukaan informasi yang mulai terbit pada tahun 2018. Jika pengusaha tidak memanfaatkan program yang hanya hadir di tahun ini, maka dapat dipastikan mereka akan jadi musuh bersama ketika aturan tersebut sudah diberlakukan. Hal itu juga ditegaskan oleh wapres Jusuf kalla yang menilai pentingnya pengusaha mengikuti program ini.


Apa yang menjadi kesulitan dalam penerapan program tax amnesty ini?

Umumnya masyarakat dan pengusaha merasa asing dengan adanya program ini. Program tax amnesty mengadopsi dari negara lain sehingga untuk membuat masyarakat memahami program ini, pemerintah harus benar-benar dapat mensosialisasikan program ini dengan baik. Program ini digodok dengan harapan yang sangat tinggi serta proses yang sangat rumit di DPR sehingga memunculkan sebuah aturan yang strategis dan bermanfaat untuk semua pihak.

Untuk perbankan, apakah ada bank khusus untuk program ini?

Tentu ada, perbankan yang menampung dana repatriasi ini disebut sebagai Bank Perspektif. Ada belasan bank BUMN dan swasta yang dipilih pemerintah untuk menjadi penampung dana repatriasi yang kemudian bertanggung jawab mengelola dan menyalurkan dananya ke instrumen investasi tertentu. Selain menampung dan mengelola, bank perspektif ini juga harus mensosialisasikan program tax amnesty ini.

Jadi, program ini memang benar-benar penting dan harus sukses?

Harapannya tentu seperti itu, dengan adanya program ini, semua hal yang kurang ditahun ini dan tahun depan diharapkan bisa tertutup karena banyak juga target dari pemerintah yang tak tercapai karena berbagai alasan. Kesuksesan program tax amnesty ini akan berdampak luar biasa ke semua pihak, dan tentu Indonesia bisa menjadi portofolio yang bagus dalam penerapan program tax amnesty.

Itulah sedikit gambaran tentang tax amnesty, mungkin untuk anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang program ini bisa membaca lebih lengkap di beberapa media terpercaya seperti kompas, tempo & katadata. Atau jika ingin melihat teknisnya bisa juga dilihat disitus ditjen pajak. Semoga artikel ini bisa membantu anda menemukan jawaban atas program tax amnesty.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih