Berlakukah Idealisme di Dunia Kerja?

Idealisme adalah sikap atau persepsi bahwa kebenaran yang hakiki haruslah benar-benar diterapkan tanpa adanya intervensi. Dalam berbagai hal, idealisme mampu membuat seseorang menjadi kuat dan memiliki pegangan hidup yang terarah. Faktanya, idealisme selalu berada pada satu paket yang sama dengan "Visi", atau tujuan utama seseorang menjalani sebuah kehidupan. Jika menelisik pada makna yang sebenarnya, konsep Idealisme bisa saja diaplikasikan dimanapun dan kapanpun. Tapi, ada satu hal yang membuat Idealisme itu menjadi sebuah beban, tantangan besar bahkan ketakutan ketika coba diimplementasikan dilingkungan yang memiliki karakter yang beragam.

Idealisme
Idealisme
Sebagai individu, memang hal utama yang harus diutamakan adalah masalah sosial, kebersamaan dan kerjasama. Terkadang kita juga lupa, bahwa idealisme lebih banyak terkikis karena ketiga alasan tersebut. Manusia tak pernah mampu mengimplementasikan idealisme secara sempurna. Manusia tak pernah mampu menjalankan perannya dengan baik selama masih begitu banyak intervensi yang berujung pada hal yang buruk yakni melenceng dari visi/target hidup. 

Sebagai seorang yang coba terus bergulat dengan apa yang saya yakini. Idealisme telah jadi arwah kedua yang selalu membentengi saya diberbagai aktivitas termasuk dalam bekerja. Di dunia pertemanan atau sosial, mungkin kita dapat dengan mudah mengimplementasikan berbagai pola idealisme sesuai kehendak kita karena memang dunia tersebut bersifat pribadi dan semua keputusan yang ada didalamnya berada pada ranah tanggung jawab pribadi dan berlaku opsional atau pilihan. Sementara ketika kita berada pada ranah yang lebih umum dan bersinggungan dengan banyak orang seperti didunia kerja. Idealisme yang kita impikan pada akhirnya harus diintervensi oleh berbagai kepentingan yang membuat kita kadang merasa kesal dalam hati.

Sebagai individu sosial, kita tak pernah bisa menghendaki diri kita terus bergerak secara bebas mengikuti kemauan kita sendiri. Meskipun kita memiliki sejuta skills, teknik dan pengalaman. Hal tersebut tentunya akan berbenturan langsung jika kita implementasikan diruang yang dihuni banyak pihak. Saya merasakan hal tersebut, saya tak pernah bisa menikmati semua hal yang saya impikan dimana kebebasan berkreasi menjadi satu hal yang sangat mahal dan amat sulit untuk diwujudkan.

Dengan begitu banyaknya memori dan taktik yang ada diotak, idealnya segalanya bisa menjadi lebih baik ketika berjalan menggunakan satu strategi saja. Yakni strategi yang berada dalam ujung jiwa dengan sejumlah konsep yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Saya ingin coba mengimplementasikan semua itu didunia kerja, tapi sekali lagi ada begitu banyak batasan yang membuat saya tak mampu berkembang secara nyata. Berkembang sebagaimana saya menjalankan begitu banyak bisnis saya sebelumnya. 

Saya sadar, inovasi itu mahal dan kebijakan untuk melakukan berbagai hal secara bebas itu tak pernah bisa didapatkan didalam sebuah lingkungan kompleks. Saya yang terbiasa menjalankan bisnis pribadi dengan cara-cara yang hebat, konseptual dan taktis merasa sangat kesulitan jika hal tersebut harus diimplementasi didunia kerja, apalagi dalam posisi pekerja. Dalam dunia kerja, yang ada hanya sejumlah daftar pekerjaan serta SOP yang menentukan tindakan dan cara bekerja yang cenderung normatif. Ada begitu banyak ide, ada begitu banyak kreasi yang sebenarnya bisa diciptakan. Namun kembali lagi, hal utama yang dapat mengakselerasi semua itu adalah kepercayaan. Dalam hal ini kepercayaan begitu penting untuk didapatkan. 

Diposisi tertentu kita terkadang begitu bingung jika harus terus menerus mengikuti pola yang sama. Sementara kemampuan otak dan daya analisis tiap waktu terus bertambah dan berkembang menyesuaikan dengan pengalaman dan era yang ada. Itulah alasan mengapa begitu banyak orang kreatif diluar sana yang tak pernah mau bekerja diperusahaan, mereka lebih senang mandiri dan memanjakan pola fikir sesuai dengan ide-idenya sendiri. Saya sendiri merasa bahwa saya memiliki potensi untuk melakukan hal-hal luar biasa. Tapi sekali lagi, saya butuh banyak pengalaman yang dapat membuat saya berkembang dan bisa beradaptasi dengan berbagai hal.

Jadi, jika ada pertanyaan yang menyatakan bahwa idealisme dapat berjalan dikantor? Tentu saja saya bisa jawab tidak, Idealisme secara perspektif adalah tindakan yang didasarkan atas pola fikir pribadi, sementara dikantor kita akan menemukan tantangan yang lebih banyak dan menuntut kita untuk menyembunyikan idealisme kita. Idealisme yang tercipta didunia kerja bukanlah idealisme murni, namun idealisme yang tercipta itu adalah hasil kombinasi atas berbagai pemakluman yang memang secara rela atau terpaksa dilakukan. Tapi, jangan pernah hilangkan idealisme kita. Karena suatu saat ketika kita punya kesempatan untuk menciptakan itu dikondisi yang berbeda, Idealisme tersebut akan menolong kita. Akan membantu kita tumbuh dan terus menjadi manusia yang sesungguhnya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih