Selasa, 30 April 2013

Contoh Surat Teguran atau Peringatan

Share on :
Contoh Surat Teguran atau Peringatan – Bekerja pada sebuah perusahaan memang dituntut harus memiliki etika bekerja yang baik. Hal-hal yang menyangkut kewajiban seorang karyawan haruslah ditaati baik-baik agar semua program perusahaan dapat berjalan sesuai rencana. Dan ketika kita menemui salah seorang karyawan yang punya itikad kurang baik di perusahaan tempat kita bekerja, tentunya hal pertama yang harus kita lakukan sebagai seorang manajer adalah mengarahkannya sesuai dengan kewajibannya sebagai seorang karyawan baik secara personal maupun secara legalitas seperti memberinya surat teguran. Hal seperti ini memang wajib dilakukan agar tujuan perusahaan tidak berhenti begitu saja hanya karena permasalahan seorang karyawan. Surat teguran sendiri dimaksudkan bukan untuk membuat karyawan yang bersangkutan menjadi takut atau cemas, namun pada kepedulian tentang tanggung jawab yang sudah diembannya tersebut. Bila ada permasalahan yang rasionable, pastinya seorang manajer akan bisa memutuskan memberikan kemudahan pada karyawan tersebut untuk segera menyelesaikan permasalahan pribadinya. Namun jika yang menjadi persoalan adalah kemalasan bekerja, tentu seorang manajer juga harus melakukan tindakan yang tepat yakni memberikan surat peringatan.
Contoh Surat Teguran
Contoh Surat Teguran
Contoh Surat Teguran adalah referensi bagi seorang manajer yang masih bingung untuk membuat surat teguran pada karyawan yang baik dan benar. Meskipun pada kenyataannya surat teguran ini sangat mempengaruhi masa depan seorang karyawan, namun dalam pembuatannya dibutuhkan alasan-alasan yang tepat mengapa surat teguran ini sampai diberikan. Hal ini biasanya terjadi karena toleransi-toleransi yang diberikan oleh seorang manajer tidak ditanggapi secara serius oleh karyawan yang bersangkutan. Dan bagi yang penasaran ingin membuat Surat Teguran yang baik namun masih belum tahu secara rinci, maka pada kesempatan kali ini blog Firman Way akan memberikan contohnya untuk kita semua yang membutuhkan. Dibawah ini adalah contoh surat teguran selengkapnya.

KOP RESMI PERUSAHAAN
---------------------------------------------------------

SURAT TEGURAN
No. : 1908/ST/EA/IV/2013


Surat Teguran ini diterbitkan untuk :
Nama : Aldi Yunizar Saputra
Karyawan Bagian : Staf Manajer Keuangan

Dasar Penerbitan Surat Teguran :
Bahwa karyawan yang namanya tercantum diatas telah melakukan kesalahan berupa : Datang terlambat selama lebih dari 3x.
Sebagai seorang leader, karyawan yang namanya tercantum diatas harus bisa memberikan contoh yang baik terhadap karyawan seluruh karyawan keuangan lainnya.

Tujuan Penerbitan Surat Teguran :
Tujuan diterbitkannya Surat Teguran ini adalah agar karyawan yang namanya tercantum diatas lebih mengevaluasi kinerja dan kedisiplinan diri.

Bentuk Sanksi :
Sanksi diberikan dalam bentuk dicabutnya tunjangan makan siang selama 1 minggu. Mulai berlaku dari tanggal 20-26 Mei 2013

Lain – lain :
Setiap karyawan hanya menerima Surat Teguran sekali. Apabila setelah dikeluarkannya Surat Teguran masih terjadi kesalahan, maka Manajemen  akan mengeluarkan Surat Peringatan I (bagi karyawan yang belum pernah menerima Surat Peringatan sebelumnya) atau Surat Peringatan yang tingkatannya disesuaikan dengan Surat Peringatan yang pernah diterima karyawan sebelumnya.

Demikian Surat Peringatan dikeluarkan untuk menjadi perhatian dan dipergunakan sebagaimana mestinya



Jakarta, 18 Mei 2013
PT. La Beneamata


     Mauro Icardi
Manajer Personalia


Dari Surat Teguran diatas tentu bisa kita simpulkan bahwa tujuan pemberian surat teguran ini adalah untuk membuat para karyawan menjadi lebih disiplin dalam bekerja diperusahaan yang kita pimpin. Memang meski kinerjanya belum maksimal sebagai seorang karyawan, akan tetapi dengan menjalankan semua tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan. Pastinya tingkat produktivitas minimum akan didapatkan oleh karyawan tersebut dan kesempatan perusahaan untuk maju akan semakin besar. Hal itu berbanding terbalik jika karyawan yang kita pimpin tidak melaksanakan tanggung jawabnya dengan maksimal, tentu kerugian besar akan kita dapatkan karena pada dasarnya mereka telah kita gaji sesuai dengan prosedur yang ada.

0 komentar :

Poskan Komentar

 
;