Selasa, 30 April 2013

Contoh Surat Perceraian

Share on :
Contoh Surat Perceraian – Dalam menjalani hubungan rumah tangga, terkadang ada banyak sekali permasalahan yang datang menghampiri. Baik itu permasalahan internal maupun eksternal, setiap pasangan pastinya memiliki permasalhannya sendiri-sendiri untuk segera diatasi. Berbagai upaya untuk menjaga keutuhan hubungan rumah tangga memang selalu kita lakukan, namun jika keadaannya semakin tidak bersahabat tentunya berbagai jalan bisa kita coba untuk menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi. Berbagai sikap dewasa antara kedua belah pihak memang harus digalakan agar nantinya hubungan yang secara susah payah dirajut dengan cinta tersebut dapat dipertahankan sampai mati. Namun kita semua juga memiliki batas kesabaran dimana pada saat-saat tertentu kita juga harus berani mengambil sebuah keputusan pahit seperti adanya perceraian.
Contoh Surat Perceraian
Contoh Surat Perceraian
Surat Perceraian merupakan sebuah tanda legalitas gugatan perceraian yang dilayangkan oleh salah satu pihak baik pria maupun wanita. Dalam memberikan gugatan perceraian ini, tentunya beberapa alasan kongkrit bisa dimasukan di dalamnya agar nantinya dijadikan bahan evaluasi oleh pengacara maupun hakim yang bersangkutan. Selain sebagai sarana yang harus digunakan dalam sebuah kasus perceraian. Surat perceraian ini juga harus dibuat sebaik-baiknya agar nantinya setiap gugatan yang kita layangkan bisa diterima dengan baik oleh hakim yang menangani kasus perceraian kita. Bagi kita yang ingin membuat surat perceraian tersebut namun belum memahami secara benar unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah surat perceraian, maka pada kesempatan yang baik ini blog Firman Way akan memberikan sebuah informasi yang sangat bermanfaat untuk kita semua. informasi tersebut adalah Contoh Surat Perceraian yang bisa dibaca selengkapnya dibawah ini.
Kepada Yth. :
Bapak / Ibu Ketua Pengadilan Agama
Di :
    Tempat


Dengan hormat,
Bersama surat ini, saya:
Nama : Nur Widya Arifinna
Umur : 23 Tahun
Alamat : Jl. Timbul Raya, Cipedak – Jakarta Selatan
Dalam hal ini disebut sebagai Pihak PENGGUGAT

Bermaksud mengajukan permohonan gugatan cerai terhadap:
Nama : Herjuno Rio Mahardika
Umur : 29 Tahun
Alamat : Jl. Timbul Raya, Cipedak – Jakarta Selatan
Dalam hal ini disebut sebagai pihak TERGUGAT

Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini adalah beberapa dasar serta alasan diajukannya surat permohonan gugatan cerai:

1. Pada tanggal 17 Agustus tahun 2009 pihak penggugat dan tergugat telah melangsungkan perkawinan dan tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Pejaten. dengan Akta perkawinan nomor 09031908 tertanggal 17 Agustus 2009

2. Selama melangsungkan perkawinan, Pihak Penggugat dan Tergugat telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang lahir di Jakarta tanggal 22 Juni 2010 dengan akta kelahiran nomer 123456789

3. Walaupun pihak tergugat memiliki pekerjaan tetap, namun selama melangsungkan perkawinan, Pihak penggugat hanya diberi nafkah lahir pada tahun pertama pernikahannya saja

3. Pada 12 Desember tahun 2012 Pihak tergugat telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang terbukti dari hasil visum yang dikeluarkan oleh RS. Fatmawati Jakarta nomer 54 tanggal 13 Desember tahun 2013.

Berdasarkan uraian diatas, Pihak Penggugat memohon kepada Majelis Hakim yang mengurusi dan memeriksa perkara ini untuk:

* Menerima gugatan dari pihak penggugat
* mengabilkan gugatan pihak Penggugat untuk keseluruhan
* Menyatakan putusnya ikatan perkawinan antara pihak Penggugat dengan Pihak tergugat
* Menyatakan hak asuh serta pemeliharaan anak berada dalam kekuasaan pihak Penggugat
Membebankan seluruh biaya perkara ini kepada pihak Tergugat

Demikian surat permohonan cerai saya ajukan, atas perhatian dan dikabulkannya permohonan ini saya ucapkan banyak terima kasih

Jakarta, 22 Mei 2013
Pihak Penggugat

Materia Rp 6000
Nur Widya Arifinna

Dari contoh Surat Perceraian diatas, tentunya kita bisa melihat bahwa dalam sebuah kasus perceraian yang melibatkan sepasang keluarga pastinya memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Namun sebagai makhluk sosial yang memiliki asas toleransi yang tinggi, kita juga seharusnya mampu berfikir lebih matang sebelum mengajukan gugatan perceraian tersebut. Karena apapun permasalahan yang kita hadapi dalam sebuah hubungan rumah tangga kita, tentunya akan ada jalan keluarnya. Bersikap dewasa dan mengalah merupakan salah satu aspek yang harus kita tingkatkan ketika menjalani sebuah hubungan rumah tangga. Karena pada dasarnya di dunia ini memang semuanya tak bisa kita dapatkan secara instan. Dan begitu juga dalam kehidupan rumah tangga. Sudah seharusnya kita berfikir tentang jalan keluar atau solusi terbaik dari permasalahan yang kita hadapi sekarang ini. Bukan hanya berfikir tentang cerai, karena pada dasarnya tuhan sangat membenci sebuah perceraian.

0 komentar :

Poskan Komentar

 
;